Resources

  FAQ
Quick Links

 

Sistem Manajemen K3 : OHSAS 18001 Atau SMK3 ?


 |  November 22, 2010  | Posted in Articles Share Article |

Untuk dapat bersaing dalam era globalisasi diperlukan efisiensi dan peningkatan produktifitas kerja baik oleh perusahaan maupun pekerja secara professional.  Upaya penerapan perlindungan tenaga kerja dari bahaya akibat kerja , pencapaian derajat kesehatan dan keselamatan yang tinggi serta  tingkat kenyamanan kerja pada akhirnya akan berpengaruh positif terhadap peningkatan produktifitas.

Model Penerapan Sistem Manajemen K3

Sistem Manajemen K3

Lingkungan kerja yang aman, nyaman dan selamat harus memenuhi berbagai persyaratan sistem manajemen keselamatan, terutama dalam memenuhi persyaratan suatu proses produksi. Hal ini mencakup sejauh mana perusahaan mencermati masalah kesehatan dan keselamatan dalam kegiatannya untuk menghasilkan produknya baik berupa barang dan jasa. 
 
Bagi perusahaan, penanganan masalah kesehatan dan keselamatan kerja yang baik berarti :
- meningkatnya kesejahteraan pekerja dan keluarga
- turunnya biaya kompensasi kecelakaan yang perlu dibayarkan
- menurunnya biaya perbaikan
- rendahnya biaya pencegahan dibandingkan biaya  penanganan kecelakaan industri
- terpeliharanya citra baik perusahaan secara luas
 
Kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan yang dialami seorang pekerja bukan saja menjadi masalah bagi pekerja itu sendiri namun juga bagi anggota keluarganya serta kerugian yang besar bagi perusahaan. Kecelakaan kerja di tempat kerja pada umumnya dapat dicegah tanpa perlu mengeluarkan investasi dalam jumlah tinggi. Untuk dapat menjalankan prinsip kesehatan dan keselamatan kerja dengan baik perusahaan dan pekerja harus  mengunakan   “ business sense “ yang baik dan mengikuti peraturan-peraturan dan kaidah-kaidah yang ada.
 
Salah satu Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang berlaku secara internasional adalah OHSAS 18001. OHSAS 18001  (Occupational Health and Safety Management System:18001) dikeluarkan oleh BSI ( British Standard Institution ) pada tahun 1999 dan efektif berlaku sejak 15 April 1999. Standar  ini dibuat dan dirumuskan bersama -sama oleh 13 badan standarisasi dan badan sertifikasi dari berbagai negara.
 
Di Indonesia, pemerintah melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 5 tahun 1996 telah mengeluarkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang populer dengan nama SMK3. Pada dasarnya ke dua standar ini memiliki kesamaan persyaratan baik OHSAS 18001 maupun SMK3. Komitmen terhadap peraturan (perundangan-undangan) dan perbaikan yang berkesinambungan merupakan dua aspek yang penting dalam OHSAS 18001&SMK3.

Pemenuhan terhadap persyaratan OHSAS 18001 dan SMK3 memberikan kita sebuah instrumen dalam mengatur dan mengendalikan resiko kesehatan dan keselamatan kerja serta peningkatan kinerjanya. Pemenuhan persyaratan tersebut diharapkan dapat mengurangi kecelakaan dan meningkatkan effisiensi kinerja yang ada. Selain itu,  dengan diraihnya sertifikasi OHSAS 18001 & SMK3, perusahaan diharapkan mampu mendemonstrasikan komitmennya dalam lingkungan kerja yang aman dan menjaga karyawan terhadap kecelakaan pada saat kerja.

Pertanyaannya standar manakah yang dipilih untuk diterapkan, OHSAS 18001 atau SMK3?

Untuk kepentingan hubungan terhadap negara-negara lain dan untuk memenuhi regulasi pemerintah Indonesia maka perusahaan dapat mengembangkan ke dua standar tersebut secara bersamaan.  Neville Clarke memberikan paket jasa konsultasi integrasi SMK3 & OHSAS 18001 dengan biaya dan kurun waktu yang sama dengan jasa konsultasi masing-masing standar yang dilakukan secara terpisah. Oleh karenanya melalui skim ini, akan lebih menguntungkan bagi perusahaan untuk sekaligus menerapkan ke duanya. Sementara sertifikasi dapat diprioritaskan untuk standar yang paling dibutuhkan. Namun yang pasti ke dua sistem tersebut telah disiapkan yang sewaktu-waktu dapat dilanjutkan ke tahap sertifikasi.
 

Tags: OHSAS 18001, SMK3